Dengan kepala yang sedikit sakit, Nico bangun dari tidurnya. Ia merasa kamar tidurnya begitu dingin hingga membuatnya menggigil. Sambil memijat kepalanya, pria itu berusaha mengingat kejadian tadi malam hingga ia bangun tahu-tahu tidak mengenakan baju. Netranya menatap lurus ke arah depan, sesaat kemudian senyum tersungging dari salah satu sudut bibirnya. Perlahan kejadian semalam mulai teringat di memorinya. Mulai ia tiba di klub malam, percakapan Mila dan temannya, minum beberapa gelas alkohol yang menyebabkannya sampai mabuk. Pun dengan kejadian saat tiba di rumah, tapi yang ia ingat hanya saat ia dipapah oleh Mila ke kamar lalu muntah, selebihnya ia tidak dapat mengingat apa-apa lagi. Benda bulat yang tergantung di dinding menunjukkan pukul setengah enam pagi, saat ia memutuskan untuk

