"Baby, aku pergi sebentar. Ada seseorang yang perlu kutemui." Leonard menatap lembut wajah cantik yang baru saja melalui badai bersamanya. "Ke mana?" rajuk Kirana yang belum puas berpelukan. "Sedikit masalah yang tidak bisa diwakilkan oleh Robert." Kirana memicingkan mata, "Mencurigakan." Leonard tertawa, "Nanti kamu akan tahu, Baby. Akan kuceritakan, tapi setelah aku membereskannya. Oke?" "Memangnya aku punya pilihan?" Kirana menguap lebar. Aktivitas bercinta sejak bangun pagi membuatnya mengantuk lagi. "Istirahatlah. Aku tidak akan lama." Leonard mengecup pipi Kirana dengan gemas. "Pulangnya belikan es krim ya. Uhm ... rasa strawberry. Atau blueberry juga boleh. Pokoknya yang asam-asam gitu deh." "Oke. Untuk kalian berdua." Leonard mengecup perut sang istri yang sudah mulai terli

