Deru angin yang begitu kencang karena motor melaju cepat membuat Leslie harus memeluk Marc erat-erat agar dia tidak terbang tersapu. Jarak sedemikian dekat membuatnya dapat merasakan degup jantung si lelaki. Begitu kuat dan stabil. Sedikit menenangkan. Perjalanan terasa singkat karena kecepatan mereka. Marc menyayangkan sekaligus senang, karena mereka dapat melanjutkan kedekatan ini di apartemen. Bergandengan tangan Marc dan Leslie naik ke lantai lima belas. "Tidak boleh bermalam?" tanya Marc penuh harap. Leslie menggeleng. "Hmm." Meskipun demikian Marc sudah berencana untuk bertahan selama mungkin di unit kekasihnya. "Aku lapar sekali tahu. Untung ada persediaan bahan makanan." "Oh, kalau kamu tidak bilang aku juga tidak ingat. Benaran mau masak sendiri? Atau aku pesankan makan?" L

