Dengan sabar dan telaten Leonard mengusap punggung Kirana sekaligus memegangi rambutnya agar tidak menutupi wajah. Wanita itu baru saja mengalami gejala kehamilan muda yaitu morning sickness. Meskipun perutnya mual, tapi tidak mengeluarkan apa-apa. "Ugh ... sepertinya sudah," lirih Kirana. "Okay. Slowly, Baby." Leonard membantu sang istri bangkit. "Thank you." Saking tidak nyamannya Kirana bahkan tidak bisa bermanja-ria seperti biasa. "Kalau mau kita bisa minta obat anti mual pada dokter." Kirana membasuh wajah di wastafel. Bayangan wajahnya di cermin terlihat kusut, pucat, berantakan, dan entah apa lagi kata yang cocok untuk menggambarkan kekacauan tersebut. "Boleh juga. Kalau tidak aku tidak bisa makan apa-apa," ucap Kirana. "Aku akan suruh Robert mengurusnya." Kirana tersenyum g

