Mafiosi

1266 Kata

Geliat tubuh Kirana yang tengah dilanda gairah terlihat begitu menggoda di mata Leonard. Lelaki itu tidak hentinya memberikan sentuhan-sentuhan lembut di titik yang tepat. Sepasang mata hijau Kirana menatap sayu, menyerukan permohonan tanpa suara agar si lelaki menyudahi deritanya. "Please, Daddy ...," desisnya. "Sebentar lagi, Baby." Leonard tersenyum senang. Dia terus membelai titik-titik sensitif istrinya. "Ugh ... aku hampir ...." Tubuh molek itu menegang kala mencapai puncak kenikmatan. Tangan Kirana mencengkeram tangan besar yang berada di tubuhnya, meminta lelaki itu berhenti bergerak. Namun, Leonard terus menggerakkan kedua jarinya di dalam Kirana, dan lagi-lagi tubuh itu tersentak. Leonard memposisikan diri di antara kaki sang istri dan melangkah menuju penyatuan. Matanya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN