"Daddy, cukup." Kirana tercekat. Leonard pun terpaksa menghentikan aktivitas kecilnya di d**a sang istri, "You okay?" Kirana mengernyit. Apa yang bisa dia katakan? Hatinya terpecah antara oke dan tidak. Matanya mengawasi Leonard yang kembali duduk tegak setelah satu menit penuh menggantikan tempat Diandra. "Rasanya tidak nyaman?" tanya Leonard. Lagi-lagi Kirana bingung memikirkan jawabannya. Cara lelaki itu menghisap, bukannya terasa tidak nyaman. Terlalu nyaman malah. Hanya saja Kirana mengkhawatirkan bayinya tidak kebagian jatah ASI. "Uhm ... jangan lagi ya?" lirih Kirana. Tanpa bertanya alasannya Leonard menjawab, "Oke. Tadi adalah pertama dan terakhir." Kirana mengangguk. "Bagaimana dengan berciuman?" Leonard membelai sisi wajah sang istri yang sedikit merona. "Itu sih tidak a

