Chapter 23

1608 Kata

Matahari sudah di penghujung petang. Kulepas hari dan sebuah kisah. Tentang angan pilu yang dahulu melingkupiku. Sejak saat itu langit senja tak lagi sama. Sebuah janji terbentang di langit biru. Janji yang datang bersama pelangi. Angan-angan pilu pun perlahan-lahan menghilang. Dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu. Aku mencari, Aku berjalan. Aku menunggu, Aku melangkah pergi. Kau pun ... tak lagi kembali. (Monita Tahalea – Memulai kembali) Prok prok prok. Seketika, aku pun menghentikan permainan gitar yang mengiringi beberapa bait lagu yang baru saja aku nyanyikan di bawah langit senja. Kepalaku menengadah dengan mata sedikit menyipit, ku dapati sosok Esa yang sedang berdiri di sampingku sambil bersidekap santai setelah bertepuk tangan sesaat lalu. “Gue pikir gitar gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN