“Demi Tuhan, lo junior paling beruntung di kampus ini. Diperebutkan sama dua senior ganteng yang rela berbuat konyol kayak gitu, demi untuk bisa bersama lo. Gokil! Gue jadi iri sama lo." Aku menghela napas panjang saat mendengar tuturan kalimat yang Anna lontarkan. Ya, dia adalah salah satu di antara teman-temanku yang juga sudah melancarkan komentarnya terhadapku mengenai kelakuan cowok-cowok nekat itu. Entah mereka berniat memuji atau justru mengejek, aku sama sekali tidak ambil pusing. Aku hanya mencemaskan skor Dirly yang tertinggal beberapa angka dari Esa. “Gue pasti menang, dan gue harap lo gak pura-pura lupa saat kemenangan berpihak ke gue nanti,” kicau Esa percaya diri di tengah wajahnya yang sudah dibanjiri buliran keringat sebesar-besar biji jagung. Aku sampai harus menelan

