Chapter 35

1915 Kata

Di dalam bilik toilet Tria membekap mulutnya, meredam tangisan yang entah kenapa begitu terasa menyakitkan saat dia tahu sebuah kenyataan yang pahit telah tercetus secara langsung dari bibir yang bersangkutan. Di saat ia berpikir bahwa lelaki itu tidak akan mungkin melakukannya, justru ia malah dikejutkan dengan pengakuan langsung dari orang yang sudah berhasil menerobos hatinya secara perlahan. “IYA. Gue emang udah ngerasain seluruh tubuh lo, puas?” Kalimat itu kembali terngiang di telinga Tria. Sangat jelas, bahkan seolah menggema di dalam ruang pendengarannya. Membuat tangisan semakin menjadi dan tanpa sadar telah melukai relung hatinya. Hati yang sudah siap untuk menyambut serta memupuknya agar segera berkembang. Namun justru semuanya malah gugur sebelum benar-benar berkembang. Tr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN