Chapter 17

2064 Kata

Aku tertawa renyah saat Dirly melontarkan lelucon. Dia pandai sekali melucu, entah diajari siapa sampai dia bisa nyeritain hal selucu itu. “Terus-terus gimana lagi?” tanyaku antusias. “Ya terus dia—“ “TRIA!!” interupsi sebuah suara menyentak lantang. Aku lantas menengokkan kepala ke asal suara dan mendapati Esa yang kini sudah berdiri tegap dengan kedua tangan terkepal di masing-masing sisi tubuhnya. Aku mendesah frustrasi, lagi-lagi dia selalu datang mengganggu di saat aku sedang bersama Dirly. Apa bahkan dia gak bisa sekali saja membiarkan hidupku tenang? "Ayo pulang!" ajak Esa bernada memerintah. Aku lalu beranjak dan menatapnya datar. "Duluan aja, gue masih mau di sini kok." "Lo ngebantah? Lo mesti pulang sama gue!" ujarnya tegas. "Bro, lo duluan aja. Biar gue yang anterin Tri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN