Senyuman merekah tampak indah terpancar dari wajah perempuan yang sedang mengandung itu. Diaduknya minuman yang Shena buat khusus Aaron. "Nah, udah siap." Shena mendongak menatap jam yang menggantung di dinding. Hari sudah memasuki ashar. Namun, Amanda masih belum juga menunjukkan batang hidungnya. "Manda kok belum pulang juga ya?" gumamnya bertanya. Menghela napas panjang, kemudian Shena melangkah dari dapur menuju ruang kerja Aaron sambil membawakan minuman yang sudah ia buat tadi. Sekalian nanti Shena akan mengecek handphone nya barangkali ada pesan masuk dari sang adik. Shena membuka pintu ruang kerja Aaron. Tersenyum melihat suaminya yang sedang fokus menatap layar laptop. "Mas," panggil Shena sembari melangkah mendekat. Aaron mendongak, membalas senyum sang istri. "Sayang." "

