Suara petikan gitar terdengar mengalun merdu. Hembusan angin pantai menerpa lembut wajah seorang laki-laki yang sedang menikmati waktunya ditemani secangkir kopi. "Silap aku juga kerna jatuh cinta Insan sepertimu, seanggun bidadari Seharusnya aku cerminkan diriku Sebelum tirai kamar aku buka Untuk mengintaimu...." Satya Akresa, pemuda berusia dua puluh dua tahun itu menghentikan nyanyiannya saat terdengar suara notifikasi chat yang masuk. Kemudian ia meraih benda pipih canggih miliknya yang berada di atas meja kecil, tanpa memindahkan gitar di atas pangkuannya. Mama: Satya, kamu dimana sekarang, Nak? Mama kangen sama kamu. Jangan pergi meninggalkan Mama seperti ini. Mama sedih, Sayang. Pulang ya, Nak. Mama mohon.... Helaan napas panjang Satya hembuskan. Satya memang sengaja tidak m

