Helaan napas panjang Zoya hembuskan. Melihat Shena yang sejak tadi mengerucutkan bibir dengan perasaan kesal dan marah bercampur aduk. Beruntung, Shena sudah tak menangis lagi sekarang. Zoya mengerti dengan perasaan menantunya ini. Saat Shena sedang sangat membutuhkan Aaron disisinya, justru ada foto yang membuat hatinya panas dan berpikir yang tidak-tidak. Zoya mengusap kepala Shena. "Na, makan ya? Mama suapin," bujuknya. Shena menggelengkan kepala tanpa menatap Zoya. Boro-boro ingin makan, sejak tadi ia terus memikirkan Aaron. Thony melangkah menghampiri istri dan menantunya. Zoya langsung bangun, membawa Thony sedikit menjauh dadi Shena. "Gimana, Pa? Aaron udah bisa dihubungi?" tanya Zoya dengan suara pelan. "Belum bisa, Ma," jawab Thony membuat Zoya berdecak pelan. "Kemana sebene

