"Masih mual?" Aaron bertanya pada Shena sembari mengusap peluh di kening perempuan itu. "Sedikit, Mas. Tapi udah gak apa-apa kok," jawab Shena sambil mengulas senyum. Ia tidak ingin Aaron terus mengkhawatirkannya. "Beneran?" tanya Aaron, memastikan. "Iya, Mas. Sekarang Mas Aaron berangkat gih," jawab Shena sambil mengusap lengan suaminya. Setelah sarapan selesai dan Aaron hendak berangkat ke kantor, Shena tiba-tiba kembali merasa mual. Di usia kandungannya yang masih sangat muda ini, memang Shena hampir setiap pagi mengalami morning sickness. Aaron menghela napas sembari mengusap rambut Shena. "Ya udah, kalo begitu Mas berangkat sekarang ya? Kamu hati-hati di rumah. Kalo ada apa-apa langsung kabarin Mas Aaron," pesannya. "Iya, Mas. Siap!" "Sama satu lagi, kalo sampai itu si Satya be

