Aaron menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan posisi tengkurap dan tangan terlentang. "Ahh, capek banget rasanya," keluh Aaron yang mulai memejamkan mata. Shena tersenyum melihat ke arah suaminya. Mereka baru saja kembali dari lokasi resepsi yang diadakan untuk besok. "Kalo gitu tidur, Mas. Mau sekalian Shena pijitin gak?" "Gak usah, Sayang. Kamu juga pasti sama capeknya. Mending bobok sini sama Mas," jawab Aaron sambil menepuk-nepuk bagian sampingnya. "Shena biasa aja tuh. Emang faktor U gak bisa bohong ya," balas Shena sambil terkekeh mengejek suaminya. Dengan mata terpejam, Aaron tersenyum mendengar ucapan sang istri. "Biarin deh, tua-tua gini juga dapetnya yang masih seger." Shena tertawa pelan sambil menggelengkan kepala. Kemudian ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang

