Senja di ufuk barat menghiasi keindahan pantai. Semilir angin membelai lembut wajah sepasang suami istri yang sedang berjalan dibibir pantai dengan kaki telanjangg, sehingga mereka bisa merasakan langsung sensasi dari lembutnya pasir pantai. Aaron dan Shena menghentikan langkahnya. Berdiri berdampingan menatap luasnya lautan. Aaron merangkul pundak Shena yang sedang bersandar di dadaa bidangnya dengan tangan melingkar di pinggang Aaron. "Seneng gak, bisa berada di tanah kota impian kamu?" Aaron bertanya. "Tentu," jawab Shena sembari mendongak sesaat menatap suaminya. "Mimpi itu sekarang telah menjadi kenyataan," lanjutnya berucap. Aaron mengecup sesaat puncak kepala Shena. Lalu menyimpan dagunya di sana. "Sayangnya, kita gak bisa menghabiskan waktu lama di sini." Shena mengulas senyum

