Part Sixteen (end)

1979 Kata

Hujan dipagi hari ini tidak menyurutkan seorang Nico Bintang menemui w***********g itu. Nico berkali kali mengumpat karena jalanan yang macet. Jelas saja macet,beberapa jalan tertutup banjir. "Sialan!." umpat lelaki itu berkali kali.  Sahabat yang duduk dikursi penumpang hanya diam menatap lelaki itu,tidak berani mengeluarkan sepatah katapun. Atau jika dia salah berucap,semuanya akan fatal. "Nico.." panggil Marcel hati hati. "kenapa,cel?." Tanya Nico. Nadanya sudah tidak ada emosi lagi. "Gue minta maaf ya sama keteledoran gue." Ucap Marcel. Nico membeku sesaat,kemudian wajah tampan itu menyunggingkan sebuah senyum tulus. "Gak papa,cel. Karena ilangnya Fefe gue jadi belajar buat lebih mentingin Fefe." Ucap Nico. Marcel mengangguk. _______________ "Lo yakin bri ini rumahnya?" Tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN