Bab 27

1141 Kata

"Aku mau, Tante." Zea benar-benar hancur saat mendengar tiga kalimat itu terlontar dari mulut Valen, gadis yang sudah Zea anggap sebagai sahabatnya sejak awal masuk SMA, kini tega menghancurkan hatinya, menghancurkan persahabatan yang mereka jalin selama ini. Pertahanan Zea runtuh, tubuhnya terjatuh ke lantai dengan air mata yang mengalir deras, rasa sesak di hatinya begitu terasa hingga tubuhnya teramat kaku. "Kenapa lo tega hancurin persahabatan kita, Len?" cicit Zea disela isak tangisnya. Hati Kenzio perih melihat gadisnya seperti itu. Ia membantu Zea berdiri lalu menyeka air mata gadisnya itu. Pandangan Kenzio beralih ke Safira yang sedang menatapnya penuh kemenangan. Beberapa kali Kenzio menghela napas kemudian menatap Valen dan Safira secara bergantian. "Ma, apapun keputusan Vale

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN