Zea sengaja meminta Iqbal untuk datang ke apartemen, ia ingin meminta penjelasan atas apa yang terjadi antara dirinya dengan Valen. Iqbal bagai disidang, suasana begitu mencekam ditambah lagi tatapan sang kakak yang mengerikan. "Iqbal, apa yang lo katakan sama Valen?" tanya Zea memulai pembicaraan. Iqbal tampak tenang. "Gue cuma bilang yang sebenarnya tentang rencana kita." "Kamu sama dia sudah berakhir?" tanya Kenzio. "Tentu," balas Iqbal sekenanya. Plak. Zea menampar Iqbal, kalau tidak ingat dirinya adalah cowok mungkin sekarang Iqbal sudah menangis. "Zea, jangan main tangan!" tegas Kenzio. Zea menelan salivanya. "Sorry, Bal. Refleks." Iqbal tersenyum miris. "Awalnya kalian yang bawa Iqbal ke permainan ini. Sekarang kalian sudah menikah, Iqbal sudah mengerjakan tugas dengan baik

