Pekerjaan tambahan dari papanya membuat Naila semakin pusing, belum lagi dimana menyiapkan menu untuk acara nobar final. Fajar sendiri tidak meminta disiapkan makanan hanya saja Naila merasa harus memberikan sesuatu kepada mereka yang hadir, Ferdi sudah memberikan beberapa pilihan menu untuk dihidangkan. “Kalian nggak usah buat yang begituan mending biarkan mereka memilih sendiri, tambah – tambah omset secara yang hadir juga orang punya uang.” “Nggak enak masa kita nggak kasih apa – apa” Naila menatap Fajar untuk berdebat “gini aja minuman yang kemarin aku coba itu.” “Minuman yang akan keluar sebagai produk baru?” Naila mengangguk “gimana, ma?” mengalihkan pandangan ke Indira. “Ferdi kira – kira pengeluaran minuman baru itu nggak buat kita merugi kan?” “Mama” Naila menatap tajam pada

