Ciuman Penyemangat

1148 Kata

Naila menatap Rafa dalam diam setelah apa yang dikatakannya saat ini dimana setelah itu tidak akan bertemu dengannya, entah kenapa ada satu dalam dirinya merasa kehilangan. Rafa menjelaskan kenapa meninggalkan Naila seorang diri untuk kembali karena tidak lain mengenai pembahasan yang akan dilakukan lusa, selama penjelasan dari Rafa tidak ada tanggapan dari Rafa. “Kamu marah?” Naila menggelengkan kepala “buat apa marah toh kamu memiliki alasan yang masuk akal.” Hembusan nafas Rafa membuat Naila menatap dalam diam “sebulan waktu yang aku butuhkan untuk membuka semuanya” Naila mengangguk pelan “setelahnya aku ikut dengan keputusanmu.” “Kamu mau kita kemana sebelum masuk kedalam mess?” mengalihkan perhatian karena sepertinya tidak akan bertemu dalam waktu yang lumayan lama. Rafa menggele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN