Naila menatap Rafi yang tersenyum kearahnya begitu juga dengan Ina, saat mengalihkan pandangan pada Yani masih terlihat ekspresi terkejut darinya. “Gue lagi di cafenya Naila lo dimana?” Rafi mengambil alih ponsel Naila dengan berbicara pada Rafa “ada cewek yang ngaku kalau lo nggak bisa dihubungi mending lo kesini selesaikan daripada nyusahin Naila.” Pandangan Rafi mengarah pada Naila dan Yani bergantian membuat kedua wanita tersebut menunjukkan ekspresi berbeda, Naila menatap penuh harap jika tidak ingin bertemu dengan Rafa dalam waktu dekat. Ponsel Naila diletakkan diatas meja dan melakukan panggilan melalui pengeras suara sehingga mereka bisa mendengarkan semua. “Nay, ada yang mau aku bicarakan setelah pertandingan nanti aku datang kerumah buat bicara sama kamu tapi kalau kamu mau ke

