Menyesali kata – kata yang keluar dari bibirnya membuat suasana menjadi tidak nyaman bagi Naila, beberapa kali mencuri pandang kearah Rafa dimana tampak biasa atau lebih tepatnya berusaha mengendalikan diri. Naila tidak tahu banyak mengenai Rafa dan mungkin kata – kata yang keluar dari bibirnya tersebut adalah bentuk dari apa yang ada di dalam pikirannya selama ini, ditambah tadi berbicara dengan Corry seketika membuat pemikiran Naila kembali lagi. “Kita makan dulu, bisa?” Rafa bertanya dengan menatap Naila sekilas “atau ada pantangan kamu makan diluar?” Naila menggelengkan kepala “aku bisa makan diluar tenang saja, tapi kamu apa bisa?” “Cafe kamu saja gimana?” Naila menatap Rafa bingung lalu mengangguk pelan “kalau bisa kamu yang masak jangan koki di tempat kerja kamu.” “Aku udah gaji

