Meninggalkan Benny setelah mengatakan hal demikian membuat suasana dalam mobil kembali dingin, Rafa dapat melihat bagaimana Naila menahan emosinya mencoba mengambil tangannya dengan digenggam erat. Tindakan Rafa membuat Naila terkejut dengan mengalihkan pandangan kearahnya memberikan senyuman seakan dirinya tidak apa – apa. “Kamu besok mau ketemu dimana?” mencoba mengalihkan perhatian. “Cafe kamu boleh?” “Nggak masalah asal bisa membuat kamu tenang,” jawab Naila menatap jalanan yang ada dihadapannya “bagaimana jika wanita itu mengatakan hamil?” “Aku selalu bermain aman, Nay.” “Pengaman bukan jaminan nggak bocor,” elak Naila “lalu apa yang akan kamu lakukan jika nanti dia berkata seperti itu?” “Kamu sendiri berharap aku melakukan apa?” Naila mencibir pertanyaan Rafa yang seakan tidak

