Menatap tidak percaya dengan siapa yang berada di dekatnya dimana tubuh Naila langsung membeku melihat sosok yang menjadi cinta pertamanya berada di dalam ruangan dan duduk tidak jauh dari dirinya, tatapan lembut dan kecewa membuat Naila semakin merasa bersalah seketika pandangannya ke arah lain dimana mendapati Nathali sedang menepuk tangan Indira pelan. “Mama papa sejak kapan ada disini?” Fajar tersenyum lembut “beberapa menit yang lalu sehingga kami bisa cukup tahu apa yang kamu impikan” membelai wajah Naila lembut membuatnya beranjak dari tidurnya dengan duduk “Nay, kalau ada masalah cerita sama papa atau mama dengan kamu begini akan buat mama jadi sedih.” “Nay, nggak mau mama kepikiran dan berdampak pada kesehatannya.” “Buat mama kesehatan kamu lebih penting” membelai Naila dan me

