Menghabiskan waktu di tempat Rafa membuat mereka berbicara banyak hal terutama mengenai apa yang terjadi pada saat Rafa bertanding, suasana mereka disana serta dukungan yang didapat dari orang – orang Indonesia yang tinggal disana. “Dari banyaknya orang nggak ada yang membuat kamu jatuh cinta?” Rafa menarik Naila untuk duduk di pangkuannya. “Bagaimana aku bisa jatuh cinta jika memikirkan pekerjaan dan kamu tentunya” menyingkirkan anak rambut Naila perlahan “aku nggak peduli jantung siapa yang ada didalam sini” menunjuk letak jantung Naila “mungkin dari awal yang aku suka adalah kamu bukan Elok.” Menyandarkan tubuh pada bahu Rafa “apa aku jahat merebut kamu dari Elok?” Mengangkat wajah Naila sehingga mereka saling pandang “aku juga mencintaimu.” Menyentuh bibir Naila dengan digerakkann

