Rumah Naila

1143 Kata

Pertama kali mengenal dan dekat dengan Rafa dimana secara otomatis harus beradaptasi dengan semua sikapnya, terutama saat secara terbuka mengatakan ketidak sukaan akan pria lain yang dipuji dari bibir Naila, tapi meski begitu Rafa tetap mengajak Naila berbicara selama perjalanan seakan semua tidak terjadi atau perkataannya bukan sesuatu yang bermasalah besar dalam hubungan mereka. “Mau mampir?” sedikit berbasa – basi setelah sampai depan pagar pintu rumah orang tuanya. “Boleh?” Naila mengangguk “baiklah cukup lama tidak berbicara dengan om dan pertemuan di cafe kemarin sangat tidak memuaskan karena berlagak tidak saling mengenal satu sama lain.” Naila tidak menanggapi perkataan Rafa dengan memilih keluar dari mobil yang secara otomatis Rafa ikuti dari belakang, kedatangan Rafa jelas mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN