Bagian 66 : TEMAN TIDUR FATHUR Ponsel Diara berdering. Fathur’s calling Diara meminta ijin pada Bima untuk mengangkat teleponnya dulu. Setelah Bima mengijinkan, Diara mengangkat teleponnya. “Hem kenapa ?” Tanya Diara langsung saat ponselnya di tempelkan di telinga. ‘Lo nelepon semalem ? Ngapain ? Tumben.’ Diara mengingat – ngingat apa dia memang benar menelepon seorang Fathur semalem ? Atau hanya salah tekan ? Lalu ingatan Diara jatuh pada saat Diara menyimpan ponselnya dan mengatakan pada Gunawan untuk menelepon Fathur atau Bima saat dirinya mabuk dan tidak terkendali. ‘Ra. Sori. Semalem gue sama temen.’ Dengusan Diara terdengar oleh Fathur dan membuat Fathur terkekeh. Diara yakin, teman yang di maksud Fathur tadi adalah teman tidur sekaligus teman pemuasnya. Dan Diara su

