Bagian 25 : BAGIAN BIMA DAN BARA

1119 Kata

Bagian 25 : BAGIAN BIMA DAN BARA . . . Tidurnya Diara terusik karena seseorang membangunkannya. Diara tidak tidur di kasurya pagi tadi. Kakinya sudah lemas dan tidak sanggup mencapai kamar tidurnya. Dia tertidur di sofa depan televisi. Matanya silau karena cahaya yang sengaja di arahkan padanya dari jendela di dekat dapur. Seseorang sedang menguji kesabarannya. “Bangun. Gue mau ngomong sama lo.” Diara terduduk lalu menatap Bara yang sudah ada di depannya. Tatapan Bara seperti tatapannya waktu dulu. Dulu ketika Diara sedang mem –bully orang – orang lemah. Dingin dan tidak berekspresi. “Paan dah, masih pagi, Bar.” Keluh Diara saat dirinya masih mengantuk. “Jam 11.” “Huh ?” Bara berdecak, “ini udah jam 11.” Lantas Diara mengangguk lemah. Matanya masih terpejam sebelah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN