Bagian 37 : SI b******k FATHUR . . . Diara bangun siang hari itu. Seminggu terakhir sebelum masuk sekolah kelas dua belas. Atau kelas tiga di putih abu – abu. Diara harusnya membuat kenangan indah. Tapi kebanyakan, kenangan buruk yang Diara terima. Entah untuk dirinya atau untuk orang lain. Setidaknya, Diara sudah memiliki teman untuk berfoto bersama saat kelulusan nanti. Kalau Diara lulus di sekolah itu. Diara mungkin bisa saja pergi dari sekolah itu dan pindah ke sekolah lain. Itu kemungkinan terjadi. Tapi Diara tidak ingin pindah lagi. Dia sudah lelah menghindari kenyataan bahwa teman – temannya tau dia pernah gila. Iya. Diara pernah gila. Dia pernah gila. Tidak mau makan dan tidak menerapkan kebersihan. Diara benar – benar seperti orang gila. Maka dari itu, kelas sep

