Bagian 63 : CERITA DIARA MABUK Diara benar – benar s**l. Sebenarnya, Diara ke sini bukan untuk bersenang – senang. Diara hanya ingin melepaskan beban fikirannya. Dan kenapa juga Diara datang di waktu cowok – cowok penikmat perempuan itu sedang berkeliaran hari ini. “Kenalan dong,” kata seseorang yang sedari tadi terus – terusan menggoda Diara. Tersenyum bagai kuda. Diara tak mengacuhkannya. Diara masih mengusap – ngusap gelas kecil itu dengan kedua ibu jari di kedua tangannya. Menimang, memukul, menendang atau menampar enaknya. Jika sampai Diara di lecehkan secara fisik, Diara tentu saja akan melawan. “Sendiri aja ?” Gunawan hanya diam memperhatikan. Diara mengerti jika Gunawan tidak bisa melakukan apapun karena dia bekerja di sini. Sudah menjadi resiko Gunawan untuk melihat

