Bagian 40 : JADI JEFRI ADALAH . . . . . . “Kalo lo berenti, gue bakal bunuh lo.” Diara menatap Jefri. Dia sudah mengacungkan pisau lipat yang di simpan di dalam laci dashboard mobilnya. Sialnya, Diara sedang menyetir sekarang. Ponselnya ada di saku jaket hoodienya. Dan Diara tidak bisa berkutik ketika ada telepon masuk dan Jefri mengangkatnya. “Bara.” Sahut Jefri lalu tertawa. Tangan yang satu masih memegang pisau. Dan satu lagi memegang ponsel yang sudah menempel di telinganya. “Iya. Gue lagi sama Diara nih.” Jefri melirik ke arah Diara. Dia benar – benar punya dua kepribadian. Dia nampak senang sekali bermail – main dengan pisau lipat dan telepon genggam milik Diara di telinganya. Berbincang manis dengan Bara. “Ngomong ga papa dong, Ra. Bara udah curiga aja sama gue.”

