Bagian 29 : JANJI TENTANG OTOT PERUT . . . “Kita ga turun ?” Diara bertanya pada Gege yang masih terus menatap ke arah lapangan. “Bentar, Ra. Ini adalah momen yang gue tunggu – tunggu.” Diara tidak menyangka tas kecil yang sedari tadi di pakai Gege mengeluarkan kamera profesional dengan lensa panjang itu. Sepertinya, Gege punya obsesi pada otot perut laki – laki. Apa jadinya jika Diara menceritakan tentang Fathur yang tidur bersamanya dengan keadaan t*******g d**a dan otot perut sangat terjaga itu. Bima melambai ke arah Diara membuat Diara tersenyum. Bima belum membuka kaus basketnya. Atau mungkin tidak akan membukanya ? Diara bertanya dalam hati. Lantas setelah itu, Bima mengobrol bersama anak – anak lainnya. “Yah Bima ga buka baju lagi.” Diara mengerjap atas ucapan Ge

