Bagian 33 : PERJALANAN BARA DAN DIARA . . . Bara masih ada di apartemen Diara walaupun malam sudah menjelang dan teman – teman yang lain sudah pulang. Bara masih menatap Diara yang menonton televisi dengan muka datar. Sekali – kali Diara mengambil camilan dan minumannya. Sepertinya, Bara tidak dianggap keberadaannya oleh Diara. ‘Ara, gue mau ngomong.” Bara masih berusaha untuk mempertahankan sikap lembutnya sesuai janjinya kemarin – kemarin. “Ngomong aja.” Desahan mulut Bara membuat Diara meliriknya sebentar lalu kembali fokus matanya ke TV yang menayangkan program acara makan di pantai. “Gue waktu itu ninggalin lo ada sebabnya.” Diara berhenti dari segala aktifitasnya. Diara makin pusing dibuat berfikir malam ini. Diara sangat tidak ingin membahasnya. Tapi, Diara ras

