Suasana tiba-tiba terasa mencekam ketika Elsa mengatakan kalimat tersebut. Sorot mata Devan pun terlihat berubah. "Kenapa?" tanya Devan kemudian. "Gue nggak suka sama semua ini. Gue belum pengen nikah dan gue pengen fokus gapai mimpi gue. Lagian kita nikah juga karena hal konyol." "Mimpi lo apa, Sa?" Elsa sebenarnya tidak memiliki mimpi apapun. Dirinya hanya ingin melunasi semua hutangnya. Setelah itu selesai, ia tidak apa bahkan bila harus tetap tinggal di rumah kecil itu sendirian selamanya. Ia tidak masalah bila bekerja di tempat fotokopian, atau menjadi asisten rumah tangga. Melakukan pekerjaan freelancer terus menerus juga tidak masalah. Elsa bisa sembari membuka laundry. Hidup seperti itu pasti akan terasa lebih menyenangkan. Lagi pula Elsa tidak bisa bertahan bila ada anggota

