Begitu tiba di pekarangan rumah Devan dan melangkah menuju pintu utama, Elsa dapat merasakan bahwa dirinya kini begitu gugup. Ia tidak ingin terjebak dalam situasi ini. Dirinya benar-benar tidak ingin menjalaninya namun ia tidak memiliki pilihan lain. Pintu telah terbuka dan Devan langsung mengajak Elsa masuk ke dalam rumah itu. Sudah ada Bayu, Flora, dan Vani yang tampak menunggu kedatangan mereka. "Akhirnya kalian nyampe. Ayo, Elsa. Silahkan duduk dulu." Elsa tersenyum kikuk kala mendapatkan keramahan dari Flora. Untungnya ia sempat beberapa kali bertemu dengan keluarga Devan. Setidaknya Elsa sedikit mengetahui seperti apa keluarga Devan. Pasti rasanya akan jauh lebih berat bila ia belum pernah bertemu dengan keluarga lelaki itu. "Gimana perjalanan kalian pulang? Lancar? Tadi Papa ki

