Mereka semua memasang perisai masing-masing. Kecuali Perly tentunya. Arli yang ada di depannya menoleh padanya membuat Perly ikut menatap tepat pada netra berwarna merah itu, "Kumohon, tetap berada di belakangku apapun yang terjadi. Kalau bisa, aku ingin memaksamu memelukku agar kau tak lepas dari lindungan perisaiku," ucapnya membuat Perly tersentak untuk sesaat. Apa maksudnya barusan? "Waspadalah. Dia bisa menyerang kita dari arah mana saja," ucap Marta pada mereka semua, sekaligus membuat Perly tersadar dari lamunan. "Dan yang paling penting saat ini ada Perly. Jangan sampai wanita itu dapat menjangkau Perly," lanjut Tier dan diangguki oleh mereka semua. "Akan aku beri kalian kesempatan terakhir. Serahkan gadis itu padaku maka kalian akan aman," ucap wanita dark itu menggema di pen

