Entah bagaimana caranya, perisai Perly dapat menahan petir besar itu dan memantulkannya kembali tepat pada tanduk monster itu. AARRRRGGGG! Mendengar teriakan itu, Perly dengan cepat menumpukan petir di tangannya. "Fulgur lucem!" teriaknya dan langsung mengarahkannya pada anak lidah monster itu. Petir miliknya melesat dengan cepat, tampak seperti bersatu dengan cahaya terang itu membuat pelindung pada cahaya itu pecah, berakhir pada cahaya itu yang membuat tubuh di monster hancur berkeping-keping. "Arrkkhh ...!" ringis Perly saat percikan listrik yang keluar dari tubuh monster itu sedikit mengenai ekornya. Sedikit yang dapat melumpuhkan saraf renangnya. "Perly! Arkkhh ...!" Baru saja Arli ingin berenang menuju Perly, namun pergerakannya terhenti saat kembali merasakan sakit di bahu ki

