Cassandra menganggukkan kepalanya pasrah, pandangannya mengarah kepada Nania Publisher yang merupakan penerbitan semi mayor yang kantornya agar kecil dan Cassandra merasa sangat skeptis dan takut gagal karena hanya inilah pilihan terakhir dan satu-satunya yang harus dia coba. Apakah Cassandra mengalami kegagalan lagi setelah perjuangannya sepanjang hari ini tidak bisa membuahkan hasil sama sekali? Tidak menunggu waktu yang lama untuk dia bisa dipanggil HRD untuk sebuah wawancara yang lebih mirip sidang skripsi, jantungnya berdetak sangat kencang di saat HRD itu membaca seluruh CV miliknya dengan sangat serius. Orang itu tampak memanggil sambil memegang dagunya skeptis agak ragu, Cassandra yakin bahwa untuk saat ini dirinya berada di ruang penghakiman antara hidup dan mati. “Apa kontribus

