Cassandra dengan langkah malu-malu mencoba untuk berbaur di hadapan orang banyak yang sepertinya memiliki kasta yang cukup berbeda. Sepertinya mereka sibuk sendiri tidak mempedulikan orang lain dan tidak tahu kalau ada Cassandra yang berada di antara mereka walaupun tadi ada orang yang sempat menyenggol dirinya. Sepertinya dia hanya akan jadi pengamat saja dan mendengarkan setiap cerita orang yang elegan. Karena bisa saja ini akan menjadi riset kecil-kecilan untuk dirinya yang akan kembali menulis di tengah jadwal kerjanya yang padat sebagai editor. Ya, begitulah hal yang akan dia lakukan karena kalau nanti sok akrab hasil akhirnya orang tidak akan nyaman. “Cassandra.” Sepertinya ada seseorang yang memanggil namanya dan menandakan bahwa dirinya itu begitu sangat di hargai sehingga dia me

