Bab 15-2

670 Kata

Mulut Cassandra seketika menganga seusai untuk pertama kali dalam hidupnya, dirinya berdiri di sebuah restoran bintang lima yang cukup mewah. Melihat dalam katalog majalah bisnis saja sudah bersyukur, tetapi berada di tempat ini secara langsung sudah menjadi kehormatan bagi dirinya. Sungguh, Cassandra sangat bersyukur karena mempunyai teman yang sangat pengertian. “Kalian berdua sudah datang, ya? Wah, jadi enggak perlu menunggu lebih lama lagi, deh,” ucap suara yang lagi-lagi cukup familiar di telinga seorang Cassandra. Tentu saja hal ini cukup klise yang kejadian ini terjadi secara kebetulan. Cassandra sudah hafal betul karena hal ini terus terjadi padanya, tentunya Cassandra harus membiasakan dirinya untuk bisa bertemu Cassandra di manapun dirinya berada. Sungguh, Sebastian yang ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN