Bab 47

1006 Kata

"Sepertinya pria itu adalah pengemar garis kerasnya Cassandra," ucap gadis itu dengan senyum menyindir. "Bisa kita lihat dari raut wajahnya, seperti orang itu cukup dekat dengan Sebastian," ucap mereka yang sepertinya sudah terbiasa untuk bergosip, tampaknya obrolan mereka cukup pedas, sanggup membuat orang yang mendengarnya ingin sekali menangis. "Astaga, sepertinya aku harus melihat temanku dulu, soalnya dia sama sekali belum datang," ucap Cassandra ragu. "Jika temanku itu tidak datang maka aku tidak bisa menikmati pesta ini. Lagi pula aku tak mau menjadi teman yang melupakan dirinya dalam keadaan seperti ini, aku takutnya nanti dia kesasar. Tahu sendiri di pesta ini cukup ramai sehingga membuat orang pusing berkeliling. Aku pamit dulu, semoga akhir pesta ini kita bisa bertemu lagi. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN