“Kamu dimana sebenarnya? Kamu mau membuat aku sampai gosong,” ucap Cassandra yang akhirnya menghela nafasnya setelah Sebastian datang dengan mobilnya untuk menjemputnya pergi bertemu dengan founder penerbitan autobiografi itu di kantornya. “Kamu tahu aku bisa saja jadi orang sibuk jadi untung saja aku dapat izin dari untuk keluar dan suruh bawahan mengatasinya,” ucap Sebastian terbelit-belit namun obrolan ini masih bisa di mengerti oleh Cassandra. “Kamu sudah makan martabak manis yang aku belikan untuk kamu kemarin malam enggak? Apakah rasanya berhasil membuat lidah kamu di manja.” Cassandra mengangguk.” Tentu rasanya sangat enak sehingga aku bisa merasakan cinta di dalamnya.” “Coba kamu tidak tidur di malam itu, mungkin saja kita masih bisa berbincang di malam hari sampai pagi,” ucap

