“Gue bingung kita mau kemana lagi, hampir semua pantai disini udah kita datangi. Bosan gak sih main ke pantai mulu? Mana gue udah rada hitam,” keluh Farel. Farel mengayun-ayunkan kakinya yang terulur bebas ke tanah sementara ia duduk di atas ayunan yang berada di pinggir kolam renang hotel. “Sama Bro, mana berenang terus udah kayak ikan cupang.” “Yeeeee, lo aja yang kerjanya berenang. Udah lama gini masih ada berenang.” Tangan Panca langsung menciprat-cipratkan air pada Luki yang asyik berenang kesana kemari. “Gimana kalau kita daki gunung? Gunung Rinjani?” Usul Sisi tiba-tiba. “Setuju!” “Enggak!” Dari sekian orang yang bersorak setuju, hanya Ali dan Gino yang mengatakan tidak dan menatap Sisi tajam membuat nyali gadis itu seketika ciut. “Ah gak seru banget, ide Sisi udah bagus bange

