“Gimana latihan basket lo sama Nata?” “Lancar,” jawab Sisi seadanya sembari membereskan buku di atas meja bersiap untuk beristirahat menuju kantin bersama Ana yang sudah terlebih dahulu menghampirinya ke kelas. “Ada getaran-getaran gak diajari basket sama mantan?” “Apaan sih, biasa aja.” “Btw Gino kok jarang nyamperin lo ya sekarang? Gak kayak dulu.” Pertanyaan Ana membuat Sisi menghentikan aktivitasnya sejenak. Ternyata Ana memikirkan hal yang sama dengannya. Sebenarnya Sisi juga merasakan hal yang sama. “Gue juga gak tahu.” “Oh... jangan bilang Gino cemburu karena lo sekarang udah dekat lagi sama Nata,” tebak Ana. Ia terlihat antusias mengutarakan rasa curiganya pada Sisi. Jika benar kecurigaannya itu benar, berarti selama ini Gino memiliki rasa lebih dari sekedar teman kepada Si

