“Belakangan ini kok lo kayak menjauh gitu sih dari gue.” Hening, tidak ada jawaban. Yang diajak bicara malah terlihat memilih-milih minuman apa yang terlihat lezat untuk ia minum. Setelah mendapatkan yang ia inginkan yaitu sekaleng minuman bersoda, ia berlalu begitu saja mengabaikan pertanyaan Farel. Hal itu makin membuat Farel yakin bahwa ada yang tidak beres dengan temannya itu. Dengan sekali tepukan pelan di bahu, Farel berhasil menghentikan langkahnya. “Lo kenapa sih Nat? Sejak pulang dari pucak lo bahkan gak pernah ngobrol sama gue lagi. Dan kenapa juga lo gak cerita sama gue kenapa lo bisa jadian sama Niken?” Tanyanya. Farel benar-benar merasa bingung dengan sikap Ali beberapa hari belakangan ini. Ali menghembuskan nafasnya kasar, ia sedang tidak ingin diganggu sebenarnya, apalagi m

