Chapter 17

1531 Kata

Sisi membiarkan kakinya membawanya melangkah kemana saja yang terpenting jauh dari keramaian. Meskipun sudah sangat terbiasa ditatap sinis oleh hampir seluruh murid di sekolah, namun kali ini tatapan mereka lebih menyakitkan, seperti tatapan mengejek. Dan Sisi sudah cukup paham alasan mereka menatapnya seperti itu. Bahkan sesekali Sisi mendengar mereka berbisik-bisik saat Sisi melewatinya. Meskipun berbisik, namun SIsi samar-samar bisa mendengar bahwa mereka mencemoohnya yang dianggap ditinggalkan oleh Nata karena Nata lebih memilih Niken. Samar-samar juga Sisi mendengar bahwa mereka mengatakan seharusnya Nata melakukan itu sejak dulu karena Nikenlah yang pantas untuknya, bukan gadis biasa seperti Sisi. Ya Tuhan, Sisi rasanya ingin jam istirahat ini cepat berlalu. Ia sengaja tidak menunggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN