Warda masih menangis, kedua matanya sampai membengkak. Apalagi di rumah nenek Cecil hanya ada mereka berdua sehingga Warda tidak merasa malu untuk mengungkapkan kesedihannya. "Warda, maafkan ucapanku. Kamu kan belum memastikan. Lebih baik bertanya langsung pada Devan secara langsung, " bujuk Cecil. "Kamu tidak tahu, seorang istri walau tidak melihat secara langsung tetapi bisa merasakan. Dua hari ini Devan bersikap aneh dan dia selalu pulang larut malam. Bahkan Devan juga mengingkari janji, katanya mengurus pekerjaan nyatanya malah pergi bersama Cherry. Aku sadar, aku ini hanya pengganti. Karena Cherry lebih dulu mengenal dia. Mereka dulunya adalah sepasang kekasih, " rengek Warda sampai sesenggukan. "Kalau tahu begini aku tidak akan mengagumi Cherry. Walaupun dia adalah mantan kekas

