17. Istri Konglomerat

1213 Kata

Warda masih merasa malu atas kejadian tadi pagi, makanya ketika sarapan bersama suami dia hanya diam saja. "Warda, apa kamu sakit? Kenapa dari tadi diam saja?" tanya Devan manis. Melihat senyum licik suaminya Warda hanya diam saja, dia membalas dengan menggelengkan kepalanya. "Oh, kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya. Oh iya, ini aku beri kartu lagi untuk kamu. Kamu bisa belanja sesuka hati, sesekali pergilah ke salon biar kamu semakin cantik," kata Devan memberikan kartu kredit unlimited. "Iya," jawab Warda. Setelah Devan pergi, Warda menatap punggung suaminya. Betapa gagahnya Devan, postur tubuh yang ideal dan juga tampan. Sayangnya Warda takut untuk membuka hati, sebab dia tahu jika Devan merupakan play boy sebelumnya. "Tidak bisa dipungkiri parasnya nyaris sempurna. Aku haru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN