Sebulan kemudian Cherry datang hendak mengunjungi Nino, dan Cherry merasa kaget sebab semenjak ikut papanya Nino justru semakin gemuk dan terlihat ceria. "Kak Cherry, bagaimana kabarmu? Oh iya Devan belum pulang kerja, " sapa Warda. "Aku kemari bukan untuk Devan, tapi untuk putraku, " jawab Cherry tertawa. Warda juga ikut tertawa, tetapi sama sekali dia tidak memiliki maksud apa - apa. "Nino, ayo sapa mama kamu, " sela Warda pada Nino. Nino langsung mendekat ke arah mamanya dan meluapkan kerinduannya. "Nino, bagaimana kabar kamu? " tanya Cherry. "Baik, Ma. Nino sekarang sudah bisa baca buku, " jawab Nino senang. "Wah, pinter sekali. Kalau begitu nanti Mama akan belikan kamu buku cerita yang banyak ya, " balas Cherry. "Iya, Hem… Mama kenapa tidak menikah? Seperti Papa dan

